Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula dan Lansung bisa

Budidaya Jamur Tiram – Halo semuanya, selamat datang di ceritaihsan.com. Kali ini kita akan membahas cara budidaya jamur tiram. Bagi kamu yang ingin mencoba berbudidaya jamur, maka tidak ada salahnya untuk membaca ulasan berikut …

Biar tambah berkah, jangan lupa baca basmallah dulu sebelum membaca..
Bismillahirromanirrohim..

Jamur Tiram

ini-gambar jamur tiram
pexels.com

Jamur tiram adalah sejenis jamur yang memiliki warna putih dan memiliki nama latin Pleurotus ostreatus, termasuk dalam kelompok Basidiomycota. Satu alasan kenapa disebut jamur tiram adalah karena tajuk yang dimiliki jamur ini menyerupai kulit tiram. Jamur ini berbentuk sengetah lingkaran, dan jika di alam bebas jamur ini sering dijumpai pada batang-batang kayu yang sudah lapuk. Dari situ jamur ini juga disebut dengan jamur kayu.

Jamur tiram juga cocok sekali untuk dijadikan sebuah usaha. Karena tempat dengan iklim tropis seperti Indonesia ini mampu menumbuhkan jamur seperti ini dengan mudah. Investasi yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini juga tidak terlalu besar. Kita bisa memulainya langsung jika kita tahu ilmunya.

Hal yang tersulit dalam budidaya jamur tiram adalah pembuatan baglog, yaitu media tanam jamur dan wadah dari jamur tersebut tumbuh dan telah diinokulaikan dengan bibit jamur.

Untuk baglog sendiri kita bisa membeli kepihak lain terlebih dahulu, setelah kita mampu untuk membuanya sendiri, maka kita bisa memulai usaha jamur tiram ini dengan maksimal.

Sebetulnya, ada dua kegiatan utama yang harus dilakukan untuk para pembudidaya jamur tiram. Pertama adalah membuat media taman dan menginokulasikan bibit jamur tersebut ke dalamnya, yang disebut baglog. Kedua adalah membuat tempat bagi jamur itu tumbuh dengan baik. Karena jamur tidak akan tumbuh pada suhu yang sembarangan. Kita harus mengatur suhu tersebut agar senantiasa bisa ditumbuhi jamur. Sehingga budidaya yang kita lakukan berhasil dan menumbuhkan pundi-pundi rupiah yang bisa kita panen.

Untuk baglog sendiri kita bisa membeli kepihak lain terlebih dahulu, setelah kita mampu untuk membuatnya sendiri, maka kita bisa memulai semua usaha jamur tiram ini sendirian.

Cara Budidaya Jamur Tiram

langkah-langkah budidaya jamur tiram
pexels.com

Langkah-langkah memulai budidaya jamur tiram adalah :

  1. Siapkan kumbung, untuk wadah tempat jamur hidup.
  2. Siapkan baglog yang dibuat sebagai media tanam jamur.
  3. Rawat baglog sebaik-baiknya.
  4. Panen jamur yang sudah siap.

Kelihatanya tidak terlalu sulit untuk memulai berbudidaya jamur tiram. Penulis akan menjalaskan bagaimana di bawah secara detail empat cara tersebut. Mari kita lanjutkan membaca.

Pertama : Menyiapkan Kumbung

kumbung budidaya jamur tiram
muson.blogspot.co.id

Kumbung adalah rumah jamur yang berguna untuk tempat merawat baglog agar jamur dapat tumbuh. Biasanya kumbung adalah sebuah bangunan khusus yang berisi rak-rak yang digunakan untuk menyimpan baglog. Bangunan tersebut harus mampu mengatur suhu yang ada di dalamnya. Karena dari suhu inilah jamur bisa tumbuh dengan subur.

Kumbung tersebut tidak boleh terlalu panas, karena jamur tidak akan tumbuh jika panas, dan tidak boleh terlalu lembab, karena akan mengakibatkan jamur penuh dengan air dan tidak bisa memiliki harga jual tinggi.

Jadi kumbung ini harus benar-benar yang ideal. Supaya jamur yang kita tanam dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan jamur yang baik serta berkualitas tinggi.

Untuk pembuatan kumbung sendiri biasanya bisa dibuat dengan menggunkan bahan kayu ataupun bambu. Lalu pada dinding kumbung bisa terbuat dari papan atau gedek. Atapnya bisa dari genteng atau sirap, fungsinya agar tidak terlalu menyerap panas matahari seperti atap asbes atau seng.

Hindari menggunakan atap-atap yang dapat menambah suhu dalam kumbung. Untuk lantainya sendiri sebaiknya tidak dikramik atau diplester, gunanya agar air bisa diseram oleh tanah saat menyiram jamur.

Di dalam kumbung, harus ada rak-rak bertingkat yang siap untuk menyimpan dan menyusun baglog. Pembuatan rak itu sendiri bisa menggunakan kayu maupun bambu. Menempatkan rak tersebut dibuat sejajar dan di beri ruang pemisah antara rak satu dengan yang lainya. Fungsinya agar kita bisa lewat untuk merawat dan mengecek jamur-jamur yang ada.

Untuk ukuranya sendiri, sebaiknya jangan kurang dari 40 cm di setiap rak. Setiap rak yang ada bisa dibuat 2-3 tingkat dengan lebar 40 cm dan panjang di setiap ruas rak berkisar 1 meter. Ukuran ruas seperti ini biasanya muat untuk menyimpan baglog sebanyak 70-80 butir. Sesuaikan dengan baglog yang mau dibudidayakan sebelum membuatnya.

Perlu diperhatikan, bahwa sebelum baglog dimasukan ke dalam kumbung yang telah disiapkan maka lakukan langkah-langkah berikut :

  • Bersihkan terlebih dahulu seluruh ruangan kumbung dan rak-rak dari kotoran.
  • Lakukan penyemprotan dan pengapuran dengan fungisida di dalam kumbung yang menjadi media tempat tanam. Biarkan selama 2 hari sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung.
  • Setelah dirasa bau obatnya hilang, maka bisa dimasukkan baglog yang sudah siap tumbuh jamur. Permukaannya sudah tertutupi serabut putih secara keseluruhan.

Kedua : Menyiapkan Baglog

baglog-jamur tiram
cahyojamur.wordpress.com

Baglog adalah sejenis bahan yang terbuat dari serbuk gergaji yang berguna sebagai media tanam dan tempat meletakkan bibit jamur tiram. Alasan kenapa terbuat dari serbuk gergaji juga karena jamur tiram bisa tumbuh pada kayu yang lembab, itulah kenapa jamur tiram disebut dengan jamur kayu.

Ujung baglog yang berbentuk silinder dan dibungkus plastik harus diberi lubang. Sebagai tumbuhnya jamur tiram yang akan menyembul keluar pada area lubang tersebut.

Untuk harga baglog ukuran 1 kg biasanya dijual seharga Rp.2000-2.500. Cukup setara dengan masa yang bisa diambil selama 4 bulan.

Nah, Biasanya jika petani yang serius menggeluti bisnis berbudidaya jamur tiram ini akan membuat baglognya sendiri. Karena dia akan budidaya jamur tiram tersebut dengan skala besar. Tapi untuk para pemula, cukup dengan menyiapkan skill yang diperlukan dan membuat kumbung. Dari situ sudah bisa memulai bisnis jamur tiram tersebut. Asalkan tau tata caranya bagaimana.

Masalah baglog bisa membeli ke pihak lain. Jika dirasa cukup bisa membuat sendiri, dan ingin berbudidaya dalam jumlah besar, maka sebaiknya baglog membuat sendiri. Dengan begitu akan menghemat banyak pengeluaran.

Ketiga : Merawat Baglog

baglog jamur tiram
tasegav.blogspot.co.id

Jika di atas berbicara tentang persiapan baglog, maka di sini kita berbicara tentang perawatan baglog.

Ada dua cara untuk menyusun baglog ke dalam rak. Pertama yaitu dengan diletakkan secara vertikal, di mana lubang baglog tersebut menghadap ke atas, dan baglog posisi berdiri. Kedua yaitu dengan diletakkan secara horizontal, di mana lubang baglog menghadap ke samping.

Dari kedua cara tersebut juga memiliki kelebihan masing-masing. Jika baglog yang disusun horizontal, dia akan lebih aman dan terjaga dari sinar matahari. Penyiraman yang berlebihan juga tidak akan mengenai baglog bagian dalam dan melakukan pemanenanya juga lebih mudah. Tapi kekurangan cara tersebut adalah terlalu menyita tempat.

Cara-cara perawatan dalam budidaya jamur tiram :

  1. Buka cincin dan kertas penutup balog terlebih dahulu sebelum menyusun di rak-rak yang ada dalam kumbung. Diamkan sekitar kurang lebih 5-6 hari. Lalu siram lantai agar menambah kelembapan, apabila lantai tersebut terbuat dari tanah yang bisa menyerap air.
  2. Terus, potong ujung baglog agar mendapatkan ruang yang lebih luas untuk pertumbuhan jamur. Biarkan selama 3 hari dan jangan disiram terlebih dahulu. Penyiraman cukup pada lantai tanah saja.
  3. Gunakan sprayer untuk tahap penyiraman jamur. Usahakan penyiraman seperti membentuk kabut, bukan berupa tetesan ke baglog, agar kelembapan ruangan kumbung terjaga stabil menyeluruh. Lakukan 2-3 kali sehari dan jaga kelembapan kumbung pada suhu kisaran 16-24oC.
  4. Hindarkan jauh dari kandang ayam. Jangan sampai ada ayam yang masuk kumbung atau bahkan sampai ada kotoranya di dalamnya. Karena kotoran ayam mengandung bakteri yang dapat membunuh jamur sehingga jamur tidak bisa tumbuh.

Baca juga : Cara Membuat Anyaman

Keempat : Panen Budidaya Jamur Tiram

panen jamur tiram
www.solopos.com

Masa panen jamur tiram biasanya kisaran 1-2 minggu setelah baglog yang digunakan tersebut tertutup dengan miselium secara keseluruhan. Pastinya juga setelah dibuka lubang bagi tumbuh camur itu sendiri.

Satu baglog jamur bisa dipanen sekitar 5-8 kali, tergantung baiknya perawatan juga. Baglog dengan berat 1 kg bisa menghasilkan jamur sebanyak 0,7 sampai 0,8 kilogram. Setelah itu baglog sudah tidak bisa tumbuh jamur lagi, baglog akan dibuang atau menjadi bahan kompos.

Salah satu ciri jamur yang sudah siap panen adalah ketika jamur terlihat cukup mekar dan besar. Lebih tapatnya lagi ketika ujung-ujung jamur telah terlihat meruncing, tapi tudungnya belum pecah dan masih berwarna putih bersih.

Bila jamur telat masa panen dalam setengah hari saja, maka warna jamur tersebut akan berubah menjadi kuning kecoklatan serta tudungnya akan pecah. Jika jamur sudah berbentuk seperti ini, maka jamur akan lebih mudah cepat layu dan tidak tahan lama.

Jarak panen jamur tiram ke panen selanjutnya sekitar kurang lebih 2-3 minggu.

 

Demikianlah penjelasan dan cara budidaya jamur tiram. Semoga kamu bisa ambil banyak manfaat dari membaca artikel ini. Jangan lupa selalu kunjungi web kami karena sebisa mungkin akan ada info-info menarik yang update setiap harinya, di ceritaihsan.com.

Salam dan Terimakasih! 🙂

Leave a Comment