[Kisah Nyata] Cerita Hantu Seram, Misteri Menakutkan dan Aneh

Cerita Hantu – Halo semuanya, selamat datang di ceritaihsan.com. Kali ini saya akan membawakan tema tentang cerita hantu. Cerita-cerita seram yang akan membuatmu merinding dan bertanya-tanya, apa benar hantu itu ada. Saran buat kalian, jangan baca ini pada malam hari, karena semua yang terpampang di sini dari sebuah kisah nyata, mungkin juga bisa menggentayangi kalian ..

Biar tambah berkah, jangan lupa baca basmallah dulu sebelum membaca..
Bismillahirromanirrohim.. 🙂

Kisah Nyata dari Cerita Hantu

Saya ingatkan sekali lagi, jangan baca kisah Hantu nyata ini pada malam hari.

Cerita Hantu Misteri

Cerita hantu
pexels.com

Cerita Hantu Gayung

Pada malam hari di pondok putri Al-Ishlah Bondowoso Ada seorang anak perempuan hendak ingin berak, tapatnya jam sembilan malam. Waktu itu sebetulnya semua anak sudah beranjak tidur, tapi karena paksaan biologis, maka anak perempuan tersebut pun menekatkan diri untuk pergi sendirian ke kamar mandi.

Biasanya jam sudah larut seperti itu, murit tidak boleh keluar, apalagi sendirian. Kadang juga bawa anak lain sebagai teman biar gak sendirian saat keluar asrama. Tapi sekali lagi, paksaan dari dalam tubuh lah yang membuat dia nekat dan tidak pandang kondisi.

Jam 9.00 itu waktu yang sudah cukup malam, sangat malahan. Karena di tempat itu, di daerah pondok tersebut adalah tempat di mana jauh dari warga, cukup jauh. Wilayah sekitar adalah sebuah sawah yang di tanami oleh pohon-pohon rindang.

Tidak ada lampu jalan maupun kendaraan yang melintas. Di pondok tersebut, suasana benar-benar gelap gulita dan sangat jarang juga ada kendaraan yang melintas. Mau kemana orang lain kalau melewati jalan ini, kecuali bila dia ingin mampir di pondok tersebut.

Perempuan itu pun sedikit berlari terbilit-bilit karena saking kebeletnya.

Jika kamar mandi itu ada di dalam asrama, mungkin akan lebih memudahkan dia untuk pergi, tapi ini bukan. Dia harus keluar dari asrama sendirian dan melewati lapangan yang gelap untuk pergi ke kamar mandi tersebut.

Dia melewati lapangan tersebut dari pinggir. Mungkin sebetulnya tidak terlalu jauh, tapi sudah cukup untuk membuat bulu kuduk merinding. Lampu yang tertera hanya ada di depan kamar asrama dan di depan kamar mandi yang hendak ia tuju.

Dia menuju lampu yang hanya terlihat di depannya tersebut.

Ada dua kamar mandi yang berhimpitan di pondok itu. Dua kamar mandi tersebut menghadap utara, lalu ada sedikit tempat kecil di depannya yang biasa digunakan untuk mencuci baju para santri.

Masuklah perempun itu di kamar mandi sebelah timur.

Dalam kamar mandi itu terpadat tembok yang menyekat antara satu kamar mandi ke kamar mandi satunya lagi. Lalu di tengah tembok yang membatasi dua kamar mandi tersebut terdapat lubang yang tidak terlalu besar, dan juga tidak terlalu kecil. Cukup untuk memindahkan sebuah benda berupa, sabun, peralatan mandi dan sebagainya.

Sebelum masuk kamar mandi, perempuan itu mendapati ada seseorang yang mandi di tengah malam mencemkam itu, di kamar mandi sebelahnya, barat.

Perempuan itu pun tak peduli. Dia langsung masuk dan buang hajat. Terpikir dibenaknya, siapa ya yang mandi malam-malam begini. Tapi perempuan itu tetap fokus dengan apa yang dia lakukan saat itu.

Bulu kuduk perempuan itu mulai berdiri satu sama lain.

Jeeburr.. Jeburr.. Jeburr..

Suara air orang mandi itu tidak wajar, sepertinya dia ingin buru-buru menyelesaikan mandinya. Dia mandi dengan cepat sekali, entah berapa ember sudah yang dia habiskan.

Waktu terus berjalan, selama perempuan itu berdiam menyelesaikan hajatnya, selama itu juga orang yang mandi tersebut mandi dengan sangat terburu-buru.

Rasa takut mulai menyelimutinya.

Saat hendak cebok, perempuan itu mengambil sabun dan melihat bak air yang ada di sana. Di dapati ternyata, dia tidak sadar kalau gayung yang biasa buat mengambil air itu tidak ada.

Bagaimana caranya cebok kalau gayungnya tidak ada?

Akhirnya dengan memberanikan diri, perempuan itu dengan nada sebiasa mungkin untuk meminjam gayung dari kamar mandi sebelah. Berkatalah perempuan tersebut,

“Baraaatt… Baraaattt… Pinjem gayungnya dong …”

Seketika itu, orang yang mandi disebelahnya langsung berhenti total. Tidak ada lagi suara cipratan air yang terdengar di sana.

Lalu ada suara laki-laki yang keras, tinggi lagi menggelegar menjawap permintaan dari perempuan tersebut ..

.

.

.

 

“JANGANKAN GAYUNG, KEPALA AJA NGGAK PUNYA ..”

 

Seketika itu perempuan itu berlari keluar dari kamar mandi dan pergi ke menuju asrama sambil menjerit ketakutan.

Sesampai di asrama, semua anak yang ada di pondok perempuan itu bangun dan terkaget mendapati salah satu temannya yang berjongkok menangis ketakutan. Para santri tersebut juga kaget karena temannya belum mengenakan celana. Di dekaplah perempuan tersebut dengan rasa khawatir lalu ditanyai kenapa. Tapi perempuan tersebut masih tetap menagis tergeru-geru.

-Tamat-

Cerita ini saya dapatkan dari teman saya yang kakak perempuanya sendiri yang mengalami kisah ini saat berapa di pondok tersebut dulu pas masih dibangku SMA.

Bagaimana menurut kalian, apa hantu gayung tersebut benar-benar ada? masih beranikah kalian pergi ke kamar mandi malam hari? ha.. haa..

Baca juga : 21+ Kumpulan Cerita Lucu Dewasa Kocak dan Bikin Ngakak | Cerita Pendek, Humor, Bahasa Jawa

Cerita Hantu Seram

cerita hantu
pexels.com

Hantu Kepala Menggelinding

Banyak orang mengatakan bahwa Ma’had Al-Ishlah Bondowoso adalah pondok yang penuh dengan makhluk halus. Contoh nyata seperti yang dialami oleh temanku sendiri yang dulu pernah belajar podok tersebut.

Abdan namanya.

Awal kisah berawal dari tugas jaga malam. Saat itu Abdan dan beberapa temannya diberi tugas jaga pondok pada malam hari. Ada yang di depan tempat masuk pondok, ada yang di belakang.

Di pintu depan, ada Abdan bersama dua orang temannya yang sedang jaga dengan duduk di kursi panjang. Melihat-lihat jalanan yang sudah sepi sembari mengobrol.

Di seberang jalan ada lapangan luas yang biasa dibuat main bola oleh santri. Lalu di kiri jalan yang tidak terlalu jauh, terdapat pasar yang biasa anak santri beli jajan maupun kebutuhan pokok.

Jam menuntukkan 12, tibalah malam hari yang gelap gulita. Pada malam itu 3 anak yang jaga di depan, salah satu dari mereka tidur. Abdan berada di sebelah kanan, teman satunya tidur, nah teman yang lain pergi ikut jaga di bagian belakang.

Alasannya sakit perut, dan ingin buang air. Akhirnya salah satu teman yang ada di bagian depan disuruh untuk ikut berjaga di bagian belakang.

Saat itu juga Abdan jengkel ketika ditinggal sendirian, yang satunya tidur, yang satunya lagi pergi. Jadi Abdan seoranglah yang masih sadar dan menjaga sekitar.

Temannya pun tak kunjung datang. Lalu orang yang tidur tadi bangun dan bilang kalau dia sakit perut ingin ke WC.

Saat itu juga Abdan langsung menjemput temannya yang lama tidak kembali tersebut. Dihampirinya di bagian belakang dan menyuruh untuk kembali ke depan.

“Eh, balik. Di depan gak ada yang jaga.” kata Abdan.

Ada sekitar empat orang di sana saat abdan menghampiri. Sepertinya temannya tadi yang izin sudah kembali lagi.

Kembalilah Abdan dan satu orang temannya di sisi bagian depan pondok untuk berjaga.

Abdan merasa kesal karena tadi temannya sudah meninggalkannya dalam waktu yang cukup lama. Akhirnya Abdan ingin sedikit mengasih pelajaran atas perbuatannya tadi, biar dia tau rasanya jaga sendirian malam-malam.

Seketika itu Abdan pura-pura tidur.

Abdan tidak tidur sungguhan, dia melirik temannya berkedap-kedip ingin melihat bagaimana reaksi temannya, sembari berkata dalam hati, “rasain tuh jaga sendirian. Emang enak!!”

Sejenak hening, tapi kadang juga Abdan pura-pura mendengkur biar terlihat tidur sungguhan.

Setelah beberapa menit, Abdan memperhatikan dia dengan mata sipit, berharap dia tidak mengetahui kalau Abdan hanya pura-pura tidur. Namu, melihat temannya yang memandang ke depan lapangan dengan pandangan kosong, membuat Abdan lebih memperhatikan dia dengan serius.

Tiba tiba raut muka temannya yang diterangi dengan lampu jalan seadang itu, mengkerut. Lalu tangannya medekap menutupi wajahnya dan duduk keluar dari kursi panjang yang ada di sana seraya orang ketakutan.

Abdan langsung berdiri bangung dari tidur pura-puranya mendekati teman yang ada di sampingnya itu.

“heh, kau tak apa-apa?” kata Abdan sambil memegang pundaknya.

Namun ternyata, tangisan menggeru-geru terdengar dari wajah yang ditutupinya.

Abdan pun langsung terperanjat, melihat temannya seperti itu. Kiranya pasti ada yang menggoda temannya. Gak mungkin tiba-tiba dia menangis tanpa sebab apapun.

Di sela-sela itu, teman satunya yang dari WC datang.

“ini kenapa kok sampe gini Daann..”

Suara temannya agak mengeras saat memanggil Abdan. Saat itu Abdan tidak mendengarkan panggilan dari temannya, dia sibuk berada di seberang jalan dengan berteriak-teriak di depan rumah kosong tua.

Ada rumah kosong tua tak berpenghuni di seberang jalan sebelum menuju ke tengah lapangan. Pindu dan jendela tumah itu tidak ada, jadi siapa saja bisa masuk. Abdan berapa tepat di depan pintu masuk rumah dengan berteriak-teriak sok jagoan.

“Woy SETAANN!! Kalo berani keluar loe.. Jangan godain temen gue.. Keluar loe,.. Dasar SETAN PENGECUT!!”

Puas dengan tindakan heroiknya, Abdan kembali pada temannya. Dia masih saja menutup mukanya dan menangis deras. Keduanya berusaha untuk menanyakan apa yang terjadi pada dirinya, kenapa sampai sebegitunya, namun dia tetap saja tidak mau membukanya.

Penasaran dengan temannya yang cengeng banget, Abdan membuka dengan paksa mukanya. Ditariknya tangan yang menutupi itu dengan keras. Namun temannya cukup kuat dan sama sekali tidak ingin membuka wajahnya.

Dia juga dibujuk untuk pergi ke dalam pondok, pergi ke masjid agar bisa menenangkan diri di sana. Namun kalau dia ketakutan terus-terusan begini, bagaimana dia jalannya.

Akhirnya dengan paksa dia pegang tangannya kuat-kuat, dan membuka tangan yang menutupi wajahnya. Saat di buka, wajah teman tersebut penuh dengan air mata bercampur ingus di mana-mana.

Temannya kaget, “Sebegininya ya dia ketakutan”.

Lalu keduanya menggandeng temannya untuk pergi ke dalam masjid.

Saat jalan pun dia masih tidak ingin membuka matanya, membuat dia kebentok tiang lampu yang ada di sana.

Setelah itu dia di giring ke dalam masjid. Di sana juga dia masih menangis dengan derasnya. Keduanya berusaha menenagkannya, namun tidak bisa. dia tidak ingin menjawab sama sekali. Dia hanya terus-terus saja menangis.

Akhirnya tidak ada jalan lain yang bisa dilakukan oleh kedua teman tersebut, kecuali memanggil ustadz pondok.

Datanglah ustadz tersebut pada malam hari itu dengan sedikit khawatir. Di tenangin dengan mendekap pundaknya dengan sedikit memeluk.

“kenapa ada apa?”

Namun tetap saja sama, Anak itu terus saja menangis tidak memedulikan ustadznya. Lalu ustadz tersebut menyuruh untuk tidur saja. Kedua temannya juga disuruh untuk menemani anak tersebut sihingga dia bisa tidur.

Pagi hari datang.

Ceritalah anak itu kepada temannya kenapa dia sampai menangis dengan sangat dan tidak ingin melepas tangan, apalagi membuka matanya.

“Pada saat itu aku kan jaga malam sama Abdan, nah.. Abdannya tidur, aku jaga sendirian di sana”

Abdan yang mendengarkan kalimat tersebut terasa gak enak sendiri, karena dia hanya pura-pura tidur.

“Nah saat itu juga ada tiga orang yang lagi kejar-kejaran dari pasar. Mereka menuju lapangan dan main lari-larian, yang dua manusia berkaki kuda dengan ekor panjang mengejar seorang temannya yang juga memiliki kaki kuda yang lebih aneh dengan tubuh manusia. Dia seolah-olah lari ketakutan karena temannya yang mengejar itu membawa celurit.”

Suasana ruangan itu mulai sedikit mencekam.

“Lalu entah kenapa, mereka menuju ku. Aku tidak bisa bergerak, aku melihat mereka masih mengejar satu sama lain tiba-tiba, ada ratusan orang yang mirip seperti mereka memenuhi lapangan dan jalanan tepat di depan mataku.”

Anak itu menghela nafas, lalu dilanjutnya,

“Dan anak yang di kejar itu tertangkap lalu dibuat rebutan dengan tarik-menarik tangannya seperti singa kelaparan. Sampai-sampai kepala anak itu putus dan menggelinding ke arahku, terus . . .

.

.

WHAAA!!

“Kepala itu mendelik dan menjulurkan lidahnya. Saat itu juga aku tidak ingin melihatnya lagi.”

Anak-anak yang ada di sana langsung ketakutan mendengar cerita tersebut, ditambah lagi anak itu memeragakan dengan persis seperti apa yang dia lihat.

“Nah pas itu Abdan kan teriak-teriak di rumah kosong itu, entah kenapa padahal aku sudah tutup mata, tapi aku masih bisa melihat kalau di sana itu masih banyak orang-orang aneh itu, malahan mengelilingi si Abdan”

Abdan seketika itu langsung merinding.

“Tau gitu juga gak berani aku mah. Haha..” kata abdan sambil tertawa.

Pada saat itu suasana menjadi ceria kembali. Dari situ ada pelajaran yang bisa diambil, bahwa kita harus selalu berdoa dalam setiap kondisi, apalagi seperti cerita di atas. Meminta pertolongan agar selalu dilindungi dari kejahatan musuh yang nampak, maupun tak nampak.

-Tamat-

Tatap gambar dibawah ini selama 1 menit, dan lihat apa yang akan terjadi

cerita hantu

Cerita hantu di atas adalah kisah nyata yang di alami oleh teman saya yang bernama Abdan Syakuro. Dia mendapati kejadian itu saat masih di pondok Bondowoso.

Sebetulnya untuk membuat cerita walau itu genrenya horor, itu membutuhkan sebuah unsur agar cerita itu jadi utuh dan lengkap. Nah bagi kalian penggemar untuk membuat sebuah cerita, maka kalian bisa baca lebih dalam mengenai unsur intrinsik.

Untuk sekarang cukup sekian dulu, jangan lupa selalu kunjungi web kami karena sebisa mungkin akan ada info dan cerita-cerita menarik yang update setiap harinya, di ceritaihsan.com.

Dah gitu ya,
Salam dan Terimakasih! 🙂

1 thought on “[Kisah Nyata] Cerita Hantu Seram, Misteri Menakutkan dan Aneh”

  1. Yg awal ky cerita ana di pondok wkt itu smua santrinya pd ngaji, nah ana sm tmn ana lgi ngapalin tugas, pas itu ana kesel sm tmn ana trus mau ke kamar mndi pukul 9mlm buat wudhu, eh pas udah d dalem kamar mandi ada yg lewat ke jamban 1 kaya yg mau ke jamban 6 pdhl jamban6 jarang kepake. Syukron:D wss..

Leave a Comment