10 Anak yang Tidak Sekolah

Hello guys, Selamat datang di ceritaihsan.com. Cerita ihsan kali ini kita akan membahas perjalanan aku yang berada di Kota Surabaya menuju Lamongan.

Agak sedikit unik ya kisah kali ini soalnya kisah ini bertema tentang bocah-bocah yang tidak sekolah dan terlihat sedikit compang-camping.

Cerita Ihsan

cerita ihsan

10 Anak yang Tidak Sekolah

Ketika itu sehabis sholat dzuhur yang mana aku shalat di mushollah terminal bis Surabaya. Aku hampir ketinggalan bis pada saat itu. Aku pun berlari sekuat tenaga untuk mengejar bis yang hendak keluar dari terminal.

Karena aku telat masuk bis akhirnya abis itu pun sudah penuh dengan penumpang sesak mengharuskan aku berdiri.

Sampai di sini belum ada yang unik memang. Namun ketika perjalanan sudah sedikit agak jauh, dan orang-orang pun juga beberapa sudah ada yang turun, terjadilah kejadian unik.

Sebelum itu aku melihat ada kurang lebih 10 anak jalanan dengan kaos berlogo Pang dan tengkorak. 8 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.

Dari paras wajahnya, sepertinya mereka anak-anak SMP atau anak SMA kelas 1.

Aku lihat dari salah satu anak laki-laki dari mereka yang usil dan ribut sendiri dengan teman yang lainnya.

Mereka saling bertengkar merebutkan topi yang ada pada salah satu seorang temannya.

Percaya tak percaya dalam satu bis itu yang cukup penuh dengan orang merekalah yang sangat usil dan berisik.

Walaupun bangku mereka tidak semuanya berjajaran. Ada 1 orang lelaki dan satu orang perempuan di depan hampir pinggir sopir bis.

Dan yang lainnya ada di belakang tepat di samping aku berdiri.

Ketika itu pada tahun 2014, perjalanan Surabaya ke Lamongan hanya menghabiskan uang sekitar Rp12.000. dan sebelum ke Lamongan berarti biayanya lebih murah.

Sampailah gerombolan anak-anak tersebut ke tempat yang mereka tuju. Pak kernet pun hendak mengambil karcis dari mereka.

Ada seorang wanita yang paling dewasa daripada mereka. Dilihat dari gayanya dialah ketua atau yang paling bertanggung jawab dari mereka mereka.

Akhirnya Park pasir pun mengambil satu persatu karcis mulai dari ujung belakang. Dan mulailah dari belakang itu dilemparkan kepada wanita tersebut, seraya berkata :

“Itu tuh Pak ambil di temen saya dia yang bayarin semua” kata seorang laki-laki tersebut.

Tidak terlalu jauh tak kasir itu untuk mendatangi perempuan yang dimaksudkan. Karena hanya berjarak 1 kursi dari dia.

Apakah sistem menagih kepada perempuan tersebut.

“Karcisnya Dek? Berapa orang?”

“10 orang pak” jawab wanita tersebut.

“Berapa Pak biaya setiap orang?” Wanita itu bertanya lagi.

“Oh biayanya perorang Rp8.000”

Seketika itu perempuan tersebut mengambil dompet dari tasnya yang berada di kursi tempat dia menyandarkan punggungnya.

Namun, perempuan tersebut berusaha untuk menghitung jumlah total dari teman-temannya dan membayarkannya sekaligus.

Pada waktu beberapa puluh detik dari wanita tersebut untuk menghitung teman-temannya. Namun dari waktu itu pun dia masih kebingungan berapa yang hendak dia bayar.

Pak artisnya pun langsung bilang,

“Kan jumlah total 10 orang, perjalanannya per orang 8000, di totalnya Rp80.000.”

“Oh gitu segitu pak ya” jawab perempuan tersebut.

Akan tetapi perempuan tersebut bukannya langsung membayarnya namun masih kebingungan dan masih tidak percaya kalau harganya semahal itu. Dan malah pria kepada temannya yang ada di depan,

“Woy bayarnya berapa nih?”

Melihat kejadian itu pak kasirnya pun sedikit tertawa. Dan mengulangi ucapannya.

“Nah kan betul tuh 8000 dikali 10 jadi Rp80.000.”

Pada saat itu juga teman laki-laki yang ada di sampingnya menepuk punggung nya umpan tersebut Seraya membenarkan Pak kernet itu.

“Iya betul kok Rp80.000” kata laki-laki tersebut.

Seketika itu juga aku melirik laki-laki yang berbicara dengan lantang tersebut. Dan ternyata aku mendapati Dia sedang pegang HP dan membuka kalkulator untuk menghitung biaya karcis yang disebutkan tadi.

Pada saat itu juga aku tidak bisa menahan tawa sampai-sampai perutku sakit dibuat olehnya. Karena perhitungan seperti itu pun mereka tak bisa, aneh bin slamet.

Seharusnya lebih baik mereka sekolah saja, bukan lah bermain yang tidak jelas arahnya kemana. Karena saya rasa ketika itu bukanlah waktunya hari libur, melainkan waktu jam aktif sekolah.

-Tamat-

[irp]Baca juga : Cerita Hantu Seram, Misteri Menakutkan dan Aneh

Mungkin itu saja tentang cerita ihsan kali ini. Semoga kalian bisa ambil pelajarannya dan menjadi lebih baik. Ohh ya, jangan lupa untuk baca ceritaku yang lain lagi Dikira Penjual Buku Apah dan juga caranya membuat cerpen, dengan mengetahui unsur intrinsik.

 

Sekian,.

Salam dan Terimakasih! 🙂

 

Leave a Comment