Cerpen lucu : Cerita Pengalaman Sendiri dan Curhatan

Halo semuanya, selamat datang di ceritaihsan.com. Cerita kali ini kita akan berkisah tentang perjalanan saya sendiri saat berada di kota pahlawan. Yupz betul sekali.., Surabaya. Dirasa cerita ini cukup lucu dan menarik, semoga saja bisa menjadi sejenak peneman rindu, pengisi hati, penyejuk jiwa, pe- apalagi? Pokoknya gitulah ya.. hehe.. okey, selamat menikmati cerpen lucu ini..

Oh ya, jangan lupa bahagia! 🙂

Cerpen Lucu

cerpen lucu
pexels.com

Dikira Penjual Buku Apah..

Siang itu setelah sholat dhuhur aku langsung ambil duduk di bagian depan transportasi antar kota tersebut. Masih sepi ternyata. Apa boleh buat, aku sudah males gerak kemana-mana lagi. Aku memutuskan menunggu di dalam bis ke Kota Lamongan tersebut.
Lelah tubuh ini melangkah, sejak pasar yg hampir tutup tersebut ku kebut dengan berlari. Sial banget kan kalo udah jauh-jauh berangkat dan pulang dengan tangan kosong. Setidaknya, ada rasa puas yang bisa dibawa pulang.

Sudah setahun aku menekuni bisnis sampingan ini. Setiap hari aku promosikan ke teman-teman sekolah, dan bila dirasa cukup banyak yang order, aku berangkat ke Surabaya untuk membeli orderan untuk teman-temanku.

Dengan sebuah katalog, aku berjualan jam tangan yang diamanahi oleh kakakku. Aku hanya menyediakan pre-order saja. Karena gak mungkin juga aku nyetok. Yah, jualan jam ini sih, hanya buat mengisi waktu luang aja.

Kursi-kursi kini mulai dipenuhi dengan para penumpang. Bis tersebut pun pergi tak lama dari itu, menuju stasiun selanjutnya yang tidak terlalu jauh untuk mencari penumpang lagi. Hanya butuh sekitar 10 menit untuk menuju ke terminal selanjutnya.

Masih di terminal Surabaya..

Aku hanya melihatnya sekilas. Para penumpang kini semakin menyesakkan isi bis. 

Tak lama kemudian ada penjual buku masuk dengan menggumam samar-samar sembari mepromosikan buku bawaannya.

“buuuku.. buku..”

Pria bertopi ala petani itu mengucapkan kalimatnya berulang-ulang. Dia berjalan ke setiap penumpang yang duduk di dana. Lalu memberikan 3 jenis buku yang berbeda disetiap orang.

Biasalah.. promosinya penjual buku di bis kan emang begitu. Jadi penumpang bisa lihat-lihat dulu bukunya, terus kalo tertarik, dapet duit dah.. Kalo nggk? Ya diambil lagi sama penjual buku itu.

Aku tidak memperhatikannya saat itu. Bagaimana bisa? aku duduk di kursi yang paling depan. Tapi meskipun begitu, tidak menghentikan semangat pedagang tersebut, tiba-tiba saja ada suguhan buku dari belakang langsung menempel paha dan tanpa aku sadari.

Sejenak aku langsung tersadar dari lamunanku, lalu melihat buku-buku itu sekilas. Aku baca judulnya.

“sampah..”

Kataku dalam hati.

Gak tau yaa.., lihat bukunya aja udah kusam terus covernya sudah memudar, dan bukunya tidak berkualitas. Bagiku, buku-buku lama ini sudah tidak layak lagi diperjualkan. Dan yah, siapa gitulo yang mau beli buku kayak gini? Udah kusam, judulnya gak menarik, buku zaman old, dah ya pokonya gitulah..

Aku lupa apa judul dari buku-buku itu, cuman aku membandingkan dengan target penjualan ke orang-orang yang ada di dalam bis. Yaa masak ada sih buku dengan tema kayak gini ada yang beli di bis?

Setelah penjual itu puas mengitari para penumpang dan membagikan stock buku yang dibawanya, dia balik lagi dengan laju sebaliknya.

Jadi kalo dia ngasihinya dari penumpang depan bis, maka dia akan mengambil buku-bukunya dari belakang.

Aku dari tadi udah nunggu tuh, penjualnya. Mana nih gak balik-balik, males banget kalo tidur entar diganggu lagi. Yaa gak sabar mau balikin bukunya.. ea masak beli sih, buku kayak gini juga.

Sesekali aku tengok kebelakang, belum juga ada tanda-tanda pengambilan.

Sampai tiba waktunya dia sudah mulai menghampiri para penumpang. Aku tengok ke belakang, ada yang membeli buku tersebut.

“Wih, laku juga ya buku kayak gini.” Kataku dalam hati

Aku masih menunggu.

Kiranya sih bakalan cepet datengnya., lah kan cuma ngambil buku sambil jalan kan? apa susahnya coba, apa yang membuat dia terhambat saat mengambil?

Tapi perkiraanku itu salah besar. Aku bosan menunggu, akhirnya aku lihat kebelakang lagi dan lagi. Dan ternyata banyak sekali orang yang membeli buku tersebut. Jadi orang-orang membawa bukunya tanpa mengembalikan ke orang tersebut, lalu memberikan uangnya.

“Wihh hebatt!!” Kataku.

Nah sampailah dia dibaris depan. Aku tidak peduli lagi, aku menghadap ke arah depan kursiku dan malas menanggapinya. Tak peduli dengan orang lain, yang penting aku bisa tidur setelah buku ini diambil.

Dicoleklah aku dari belakang tanpa adanya kata-kata. Lalu aku memberikan 3 buku tersebut tanpa wajah menoleh. 

Paham kan maksudku? Jadi tangannya doang yang menyamping ke belakang.”

Namun itu belum cukup. Dia mencolekku lagi dengan sedikit bertenaga.

Aku mengira terlalu pendek uluran tanganku. Akhirnya aku ulurkan lagi lebih panjang ke belakang sembari berkata dalam hati “ini nihh… ambil aja, repot amat sih”

Tapi sekali lagi, dia tetap mencolekku. Aku pun mulai kesal dan akhirnya dia mendapatkan perhatianku. Aku pun memandangnya seketika itu dengan wajah sedikit kesal. Lalu dia berkata

“Karcisnya mas..!!”

Deg..,

Allaaaahh…. Malunya minta ampun. Sumpah.

Makanya kok banyak banget orang yang bayar ke dia, lah wong dia kernetnya.

Astagaa.. Mimpi apa cobak dapet kejadian kayak gini. Beneran, itu kejadian yang sangan memalukan. Untungnya saat itu gak ada orang yang tau, coba kalo orang satu bis lihat kejadian kayak gitu. Gak kebayang gimana lah nasib mukaku. 

Aku pun memberikan uang karcisku kepadanya. Dari lamunan yang aku masih tercengang karena kejadian itu, datanglah si pemiliki buku “ASLI” dari buku-buku tersebut. Diambillah cepat buku yang ada di tanganku, lalu dia pergi begitu saja. 🙄

Asli-an, aku masih tidak percaya atas kejadian yang baru saja terjadi ini.

hahaha…

Gimana-gimana? gimana cerpen lucu nyaa? konyol? koplak? ancurr? wah itu parah banget, sumpah. Bayangin sendiri kalo kamu yang jadi di sana. Soalnya mirip sih pakaiannya, yahh gitulah pokoknya.

Sekian cerpen lucu kali ini, semoga dapat menghibur.. eh lupa, coba baca kisah ini juga Cerpen Mini : Lelaki yang membawa hadiah.

Baca lagi ceritaku

Salam dan Terimakasih! 🙂

Leave a Comment