Kalimat Efektif – Pengertian, Syarat, Ciri Beserta Contohnya

Kalimat Efektif – Halo semuanya, selamat datang di ceritaihsan.com. Kali ini kita akan membahas mengenai kalimat efektif. Apa kalian tahu apa itu kalimat efektif? Coba mari kita lihat apa yang dimaksud dengan kalimat efektif, berikut penjelasannya..

Biar tambah berkah, jangan lupa baca basmallah dulu sebelum membaca..
Bismillahirromanirrohim..

Pengertian Kalimat Efektif

kalimat efektif
zikrullah.cf

Kalimat efektif adalah sebuah kalimat yang susunan katanya sesuai dengan kaidah bahasa secara baik dan benar. Pastinya benar ke dalam bahasa Indonesia, karena kita hidup dan menggunakan bahasa tersebut. Dalam bahasa Indonesia standar kalimat dikatakan benar adalah EYD (ejaan yang disempurnakan) sebagai patokan atau tolak ukur sebuah kalimat.

Jika kalimat tersebut tida sesuai dengan EYD, maka kalimat tersebut belum bisa dikatakan kalimat yang efektif. Ini sebagai salah satu contoh agar kalimat tersebut menjadi kalimat yang sempurna.

Adapun penjelasanya lebih jelasnya, mari kita lanjutkan membaca.

Syarat Kalimat dikatakan Efektif

syarat kalimat efekrif
pexels.com

Suatu kalimat bisa dikatakan efektif apabila memenuhi syarat-syarat. Ada empat syarat agar suatu kalimat tersebut bisa dikatakan kalimat yan efektif. Jika tidak memenuhi ke empat syarat tersebut, maka kalimat itu tidak bisa dikatakan kalimat yang efektif.

Syarat kalimat tersebut dikatakan efektif adalah :

1. Sesuai EYD

EYD dalam kalimat efektif
dapurimajinasi.blogspot.co.id

Sebuah kalimat bisa dikatakan efektif jika memenuhi dan menggunakan ejaan, atau tanda baca yang tepat. Sebuah kalimat tidak akan menjadi efektif apabila kata yang digunakan tidak sesuai EYD (ejaan yang disempurnakan).

Meskipun menggunakan kalimat baku, dalam penggunaan EYD harus tetap diperhatikan. Supaya tepat dalam menggunakan tanda baca dan penempatan kata.

2. Sistematis

sistematis dalam kalimat efektif
muslihatunfitri.blogspot.co.id

Kalimat bisa dikatakan efektif apabila dalam satu kalimat tersebut lengkap memenuhi syarat kalimat. Biasanya kalimat terdiri dari subjek dan predikat, lalu ditambah dengan objek, pelengkap sampai keterangan.

Sebisa mungkin gunakan kata yang pas agar mampu lebih mengefektifkan kalimat yang ada. Buatlah kalimat yang urutanya tidak memusingkan,  jika tidak ada kalimat penegasan, diharapkan subjek dan predikat selalu dalam urutan awal kalimat.

Baca juga : 1000+ Kata Kata Bijak Motivasi Bahasa Inggris yang Keren Kekinian dan Artinya

3. Tidak boros kata

kalimat efektif
pexels.com

Kalimat yang efektif juga tidak menggunakan kata yang tidak perlu. Artinya di sini kalimat tersebut tidak membuang-buang kata. Sehingga pembaca juga tidak terlalu repot dalam membacanya.

Terlalu boros kata akan membuat suatu kalimat menjadi tidak efektif. Pastikan susunan kata dan ejaan sudah sesuai, dan yang terpenting adalah kalimat tersebut ringkas.

Salah satu contoh boros dalam penggunaan kata adalah, misal kita sudah membuat suatu paragraf yang menjelaskan tentang suatu hal, lalu dalam paragraf berikutnya kita jelaskan lagi hal yang sama tersebut. Maka dalam isi konten itu menjadi tidak efektif, karena membuang-buang kata.

Berbeda dengan penegasan.

Jika dalam satu kalimat tersebut, atau paragraf butuh suatu penegasan, agar pembaca lebih paham atau agar lebih dianggap penting oleh pembaca, maka pengulangan kata dan makna yang sudah pernah dijelaskan, ditampilkan kembali pun tidak masalah.

4. Tidak ambigu

ambigu dalam kalimat efektif
hipwee.com

Syarat kalimat itu menjadi efektif yang terahir adalah dalam satu kalimat tersebut cuma terdapat satu makna, yaitu tidak ambigu. Dengan begini pembaca akan lebih mudah memahami isi dari apa yang dijelaskan.

Tujuan kalimat efektif juga adalah agar pembaca terhindar dari kalimat yang mengandung multitafsir.

Perlu digaris bawahi, kalimat dengan susunan kata yang ringkas, sistematis dan sesuai dengan kaidah bahasa adalah hal yang mendasat agar kalimat tersebut menjadi efektif. Dengan begini pembaca akan jauh dan sangat dimudahkan dalam memahami suatu kalimat.

Ciri-Ciri Kalimat Efektif

ciri kalimat efektif
pexels.com

Ada beberapa ciri agat kalimat tersebut bisa diketahui atau dibuat menjadi efektif. Dalam pembuatannya pun tidak terlalu sulit, jika semua syarat sudah dilakukan. Lalu kalian bisa lihat apakah dalam kalimat tersebut terdapat ciri-ciri yang menandakan kalimat efektif, jika tidak maka kalimat tersebut tidak bisa dikatakan efektif.

Setidaknya ada lima ciri kalimat tersebut bisa dikatakan kalimat yang efektif.

1. Kesepadanan struktur kalimat

kepadanan struktur dalam kalimat efektif
pexels.com

Satu hal yang harus diperhatikan pertama kali adalah mengenai struktur dalam sebuah kalimat. Kalimat yang tidak lengkap dan tidak sesuai dengan struktur maka akan menjadi kalimat yang aneh.

Dalam ciri ini, ada beberapa hal yang menyangkut dan perlu untuk dibahas.

  • Mengandung unsur klausa yang lengkap

Pastikan dalam satu kalimat tersebut mengandung unsur klausa yang lengkap. Paling minim terdapat unsur klausa subjek dan predikat. Seharusnya akan lebih menambah keefektifan kalimat jika ditambah dengan objek, atau ketarangan.

  • Kata depan atau preposisi tidak ditaruh di depan subjek

Jangan menaruh kata depan atau preposisi di depan subjek. Karena dapat mengaburkan pelaku di dalam suatu kalimat tersebut.

Contoh misal :

Bagi semua siswa diharapkan datang tepat waktu (tidak efektif)

Semua siswa diharapkan datang tepat waktu (efektif)

  • Perhatikan dengan baik penggunaan konjungsi yang

Perhatikan baik-baik penggunaan konjungsi ‘yang’ di depan predikat, karena konjungsi ini bisa berarti perluasan makna dari subjek.

Contoh misal :

Dia yang pergi meninggalkan rumah. (tidak efektif)

Dia pergi meninggalkan rumah. (efektif)

  • Jangan gunakan subjek ganda dalam kalimat efektif

Jangan gunakan subjek ganda dalam satu kalimat. Ganda di sini berarti subjek yang sama. Ada pengulangan subjek dalam kalimat tersebut, maka kalimat seperti ini salah satu dikatakan pemborosan kata dan menjadi tidak efektif.

Dibacanya juga orang tidak enak, karena judah jelas pelakuanya berada diawal kalimat. Tapi karena tidak sesuai dengan kaidah, dan membuang-buang kata, maka kalimat tersebut menjadi tidak efektif.

Maksudnya di sini bukan berarti tidak boleh menggunakan dua subjek ya, tapi lebih ke subjek yang ganda dari satu subjek.

Awas perhatikan, jangan gagal paham di pembahasan ini.

Contoh misal :

Adik sakit batuk sehingga adik tidak bisa masuk sekolah. (tidak efektif)

Adik sakit batuk sehingga tidak bisa masuk sekolah. (efektif)

Baca juga : 1001 Kumpulan Ucapan Romantis Selamat Pagi, Malam, dan Ulang Tahun yang Keren 2018

2. Kehematan kata dalam kalimat efektif

hemat kata dalam kalimat efektif
thinglink.com

Dalam kalimat efektif juga ditekankan pada kehematan kata dan tidak bertele-tele. Kalian harus memilih kata yang tepat sehingga kalimat tersebut menjadi suatu kalimat yang efektif.

Bukan hanya kata yang harus diperhatikan, makna juga penting untuk dicermati. Kita tidak boleh menggunakan kata yang sama dalam satu kalimat yang maknanya juga sama.

Dengan begitu kalimat tersebut akan terlalu memboros kata.

Ingat,

Pemborosan kata menjadikan kalimat tersebut tidak efektif.

Ada dua kemungkinan hal yang membuat kalimat tersebut terlalu banyak kata yang tidak diperlukan. Pertama adalah terkait kata jamak atau majemuk. Kedua adalah terkait dengan kata bersinonim atau persamaan kata.

Agar terhindar dari kedua kemungkinan tersebut, penulis akan memberikan contoh mengenai kesalahan yang dibuat dalam kalimat terkait kata jamak dan sinonim yang mampu membuat kalimat tersebut tidak efektif.

Contoh kata jamak :

Para murit-murit sedang sibuk mengerjakan soal ujian tengah semester. (tidak efektif)

Murit-murit sedang sibuk mengerjakan soal ujian tengah semester. (efektif)

Dari contoh di atas kita bisa lihat, bahwa kata ‘para’ adalah kata yang bermakna jamak. Sedangkan ‘murit-murit’ juga menunjukan makna yang lebih dari satu. Sehingga kata ‘para’ dari kasus di atas tidak dibutuhkan. Itulah yang membuat kalimat tersebut tidak efektif.

Contoh kata sinonim :

Seorang siswa masuk ke dalam ruang kelas. (tidak efektif)

Seorang siswa masuk ruang kelas. (efektif)

Dari contoh di atas kita bisa lihat bahwa ada kata dan frasa menunjukkan makna yang sama,

Kata ‘masuk‘ dengan frasa ‘ke dalam’ menunjukkan arti yang sama. Inilah yang membuat kalimat tersebut tidak efektif, karena ada kata yang berlebihan.

Dalam kasus di atas, kata ‘masuk’ sudah mewakili makna “ke dalam”. Sehingga frasa ‘ke dalam’ hanya akan membuat kalimat tersebut bertele-tele.

Tapi tidak sebaliknya. Jika kata ‘masuk’ yang dihilangkan, lalu menggunakan frasa ‘ke dalam’, maka kalimat tersebut akan susah dipahami karena sudah berbeda makna.

Hal tersebut dikarenakan kata ‘masuk’ adalah sebuah kata yang posisinya menjadi predikat. Jika predikat ini yang dihilangkan, lalu di ganti dengan kata frasa ‘ke dalam’, maka kalimat tersebut akan kehilangan predikatnya.

Sehingga kalimat tersebut menjadi tidak efektif menurut prinsip kesepadanan struktur.

3. Kesejajaran bentuk

kesejajaran bentuk dalam kaliimat efektif
pexels.com

Pada ciri kalimat yang efektif satu ini, terkait pada imbuhan kata yang menyangkut dari kata itu sendiri. Kata yang memiliki imbuhan, dalam kedudukan yang sama harus pararel dan konsisten untuk melengkapi sebuah kalimat.

Jika sebuah kata menggunakan imbuhan me-, maka kata selanjutnya yang kedudukannya sama juga harus menggunakan imbuhan yang sama seperti kata sebelumnya.

Contoh misal :

Hal yang perlu diperhatikan kepada seluruh warga Jakarta terkait sampah adalah cara membuang, memilah, dan pengolahannya. (tidak efektif)

Hal yang perlu diperhatikan kepada seluruh warga Jakarta terkait sampah adalah cara membuang, memilah, dan megolahnya. (efektif)

4. Ketegasan makna dalam kalimat

ketegasan makna dalam kalimat efektif
pexels.com

Memang sudah semestinya bahwa subjek dalam suatu kalimat biasanya terletak pada awal kalimat. Tapi dari beberapa kasus, seperti halnya di sini, subjek tidak harus di awal kalimat, bahkan untuk menjadikan suatu kalimat tersebut menjadi efektif, subjek di sini harus diakhirkan.

Maknanya adalah, pada tatanan subjek dan predikat, predikat di sini diletakkan di awal kalimat, sehingga kata dan maksud dari kalimat tersebut tersampaikan dengan jelas.

Predikat yang berada di awal kalimat di sini maknanya adalah sebuah penegasan. Dari sini pembaca akan langsung mengerti gagasan utama yang dimaksud.

Penegasan kalimat seperti ini biasanya dijumpai pada kalimat perintah, larangan, maupun anjuran. Biasanya juga kata umum yang digunakan diikuti dengan partikel ‘lah’ atau ‘pun’.

Contoh misal :

Kamu cabutlah rumput yang ada di depan rumah! (tidak efektif)

Cabutlah rumput yang ada di depan rumah! (efektif)

5. Kelogisan kalimat

kelogisan kalimat efektif
pexels.com

Ciri kalimat efektif yang terahir adalah kelogisan kalimat yang terdapat di dalam suatu kata atau kalimat. Kelogisan di sini berfungsi agar tidak terdapat makna kalimat yang ambigu.

Oleh sebab itu, gunakan kata untuk membuat kalimat yang mudah dipahami dan masuk akal oleh pembaca. Dengan begitu pembaca akan mengerti maksud yang disampaikan dalam suatu kalimat tersebut.

Contoh misal :

Kepada Ibu Kepala Sekolah, tempat dan waktu kamu persilahkan. (tidak efektif)

Ibu Kepala Sekolah dipersilahkan menyampaikan pidatonya sekarang. (efektif)

 

Demikianlah penjabaran singkat, padat, dan moga-moga saja jelas untuk kamu yang mencari penjelasan mengenai kalimat efektif.  Penulis berharap kamu dapat mengambil banyak manfaat dari membaca artikel ini. Jangan lupa selalu kunjungi web kami karena sebisa mungkin akan ada info-info menarik yang update setiap harinya, di ceritaihsan.com.

Salam dan Terimakasih! 🙂

1 thought on “Kalimat Efektif – Pengertian, Syarat, Ciri Beserta Contohnya”

Leave a Comment