[ Kisah Nyata ] Masa kecil yang indah untuk dikenang

Masa kecil adalah masa yang indah untuk dikenang. Kelakuan bodoh, keceriaan bersama teman, dan kehidupan yang riang selalu merindukan kenangan masa kecil.

Selain itu, di bulan suci Ramadhan seperti sekarang ini, banyak sekali kenangan yang berkesan dan membahagiakan. Saya hidup di bulan Ramadhan sebagai seorang anak di tahun 1990-an dan 2000-an. Ada banyak momen ketika saya mengingat dan tersenyum. Mungkin pengalaman saya tentang Ramadhan sebagai seorang anak sama dengan pengalaman Anda.

Cerita Masa Kecil

Apakah mereka? Mari kita flash kembali:

1. Acara Sahur Yang Menarik

Acara Sahur masih ada sampai sekarang. Tapi acara Sahur favorit saya, dan mungkin Anda juga, adalah “Suhur Utara,” yang ditayangkan di stasiun TV SCTV di masa lalu. Acara tersebut dipandu oleh komedian Eko Patrio dan Ulfa Dwiyanti. Meski hanya ada dua orang, duet yang super menarik bisa menambah suasana rumah.

Berbagai segmen yang dihadirkan mampu membuat penonton tertawa. Berbeda dengan acara Sahur baru-baru ini yang banyak ditonton orang di studio, “Suhur Utara” hanya berinteraksi dengan penonton di rumah melalui telepon. Pada kategori Audience Rhyme Competition, kelucuan Eko-Ulfa sebagai komedian papan atas tanah air saat itu berhasil diuji.

Lomba pantun yang digelar tidak hanya pantun saja. Penelepon sering menggunakan peralatan dapur seperti panci, wajan, piring, dan gelas bersajak untuk menambah keseruan menang.

“Safur Kita” tayang perdana di bulan Ramadhan (dalam format baru) dari 1999 hingga 2003. Program ini menjadi pionir program sarapan berbalut komedi.

2. Sholat Subuh berjamaah di masjid bersama sahabat

Setelah Imsak, banyak anak-anak yang tumbuh di tahun 90-an atau 2000-an mendoakan Fazil di masjid. Sebagian besar anak-anak pada saat itu tidak memiliki ponsel. Jadi janji-janji yang dibuat bersama untuk shalat Fazil biasanya dibuat sehari sebelumnya. Orang A pergi ke rumah orang B, dan orang A dan B pergi ke rumah C.

3. Main setelah Sholat Subuh

Pada masa kepemimpinan Gus Dur 1999, anak-anak sekolah diliburkan selama sebulan penuh selama Ramadhan. Saya dan para pembaca saya (yang saat itu masih anak-anak) mungkin banyak menghabiskan waktu bermain di liburan Ramadhan ini. Pertama sertakan saya dan teman-teman saya.

Kami bermain setelah Fazil sholat. Bahkan untuk jalan-jalan pagi, bola bekel, orang-orangan sawah kertas, bahkan monopoli. Liburan akhir Ramadhan di Gasdur pasti menjadi salah satu kenangan seru bulan puasa masa kecil.

4. Isi Agenda Ramadhan

Anak sekolah selalu diberikan agenda Ramadhan. Buku harus diisi setiap hari. Ada banyak kolom yang perlu diperiksa atau dilintasi, seperti shalat lima waktu, puasa, membaca Alquran, Tarawif, dan sebagainya.

Jika anak tersebut Tarawif, ia harus memberikan bukti berupa tanda tangan imam atau instruktur selama Tarawif. Tidak hanya itu, anak juga harus menuliskan judul ceramah dan isi pokok ceramah. Agenda Ramadhan juga membutuhkan tanda tangan orang tua.

5. Sinetron Ramadhan

Ramadhan juga memiliki banyak sinetron bertema Islami. Judul-judul sinetron Ramadhan yang mencengangkan saat itu antara lain “Doa Harapanku”, “Doa Membawa Berkah”, “Kebijaksanaan”, “Icras”, “Panjang Waktu”, dan “Pencari Tuhan”. .

Kebanyakan sinetron Ramadhan ditayangkan sebelum salat Maghrib. Tergantung pada waktu yang Anda habiskan bersama keluarga, layar kecil menampilkan wajah Chris Dayanti, Tamara Brzezinski, dan Zaskia Adia Mecca. Apa sinetron favoritmu?

6. Tarawih bersama teman

Alih-alih bermain Taraweef bersama keluarga, anak-anak di masa lalu lebih sering melakukan Taraweef bersama teman-temannya. Bukannya khusyuk dalam berdoa, banyak anak-anak, termasuk saya, malah membuat lelucon (jangan ditiru).

Saya ingat masjid saya Taraweef memiliki penjaga masjid berjalan-jalan dengan sajadah. Dengan sajadah, dia takut dengan sabetan kecil anak-anak yang berteriak. Setiap kali dia lewat, anak-anak yang berisik itu tiba-tiba terdiam.

7. Petasan

Di bulan Ramadhan akhir-akhir ini, suara petasan sudah jarang terdengar. Mungkin karena saat ini banyak pembatasan peluncuran petasan. Selain itu, game mobile tampaknya lebih menarik bagi anak-anak daripada bermain petasan yang berisik.

Sangat berbeda dengan masa lalu ketika Ramadhan adalah “kesempatan” untuk membunyikan petasan, yang sering menyakiti telinga Anda. Berbagai jenis petasan juga dijual. Ada petasan cabai rawit, petasan kumuh, petasan perut kembung, petasan air mancur, dan petasan top. Saya memainkan semuanya.

Saat itu, semuanya seru. Ramadhan selalu menjadi bulan yang istimewa. Istimewanya karena pahala yang diberikan Allah SWT dalam segala kebaikan/ibadah berlipat ganda, dan karena Ramadhan memiliki keseruan masa kecil yang baru bisa dikenang saat ini.

Leave a Comment