Pengertian Seni Tari, Jenis, Unsur, Fungsi, dan Contohnya

Seni Tari – Halo semuanya, selamat datang di ceritaihsan.com. Kali ini kita akan membahas tentang seni tari. Ada banyak jenis dan fungsi dari seni tari serta unsur yang terkandung didalamnya.

Dalam kehidupan nyata kita pasti sering melihat tarian-tarian dengan berbagai macam raga dan budaya yang ada di dunia ini. Entah itu dari TV, HP bahkan dipertunjukan lansung.

Di sekolahan juga sering mengadakan pentas seni yang mana salah satunya ada dari jenis seni tari. Lebih dari itu, kita bisa mendapatinya seperti di mall, di event-event yang mengundang penari-penari berbakat.

Kalau di era sekarang, kita lebih mudah mengenalnya sebagai goyangan atau joget-joget. Seperti di TikTok yang marak tak peduli laki-laki maupun perempuan, suka dengan joget-joget yang diiringi dengan musik dan kata kata bijak atau story dari pembuat video.

Nah seni tari ini ada penjelasan dan pengertiannya secara mendalam. Lantas apa itu seni tari dan makna sesungguhnya? Simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

Pengertian Seni Tari

jenis seni tari topeng cirebon
drawingpain.deviantart.com

Seni tari adalah suatu gerakan yang berirama, dilakukan di suatu tempat dan waktu tertentu untuk mengekpresikan suatu perasaan dan menyampaikan pesan dari seseorang maupun kelompok.

Seni tari juga bisa diartikan sebagai cabang seni yang mengungkapkan ekspresi, keindahan dan makna memalui gerakan tubuh. Gerakan-gerakan tersebut disusun dan di desain sedemikian rupa agar memberi kesan kepada penonton dan menjadi wujud ekspresi diri manusia.

Pengertian Seni Tari Menurut Para Ahli

Defenisi tentang seni tari bermacam-macam jika dikutip oleh para ahli. Namun meskipun berbeda, penjelasan seni tari tetap saja tidak jauh dari gerakan yang bermakna mengekspresikan diri melalui gerakan tubuh dan menunjukan keindahan  untuk penontonnya.

Berikut ini adalah apa yang dimaksud dengan seni tari oleh para ahli :

“Tari adalah sebuah ungkapan dari dalam jiwa manusia yang di ekspresikan melalui gerakan ritmis yang indah (estetis)”. Maksud dari Dr. Soedarnoso ungkapan rasa adalah keinginan dari dalam diri seorang yang melimpahkan atau menujukan rasa dan emosional seorang tersebut. Sedangkan gerakan ritmis yang indah adalah gerakan tubuh yang disesuaikan dengan irama nada yang mengiringinya, sehingga menciptakan daya pesona yang memikat bagi yang melihatnya”. – Soedarsono

“Tari adalah perasaan yang mendesak dari dalam diri manusia, yang mendorong untuk mencari ungkapan yang berbentuk gerakan yang ritmis”. Jadi maksudnya adalah dikatakan tari jika gerakan itu ritmis”. – Corrie Hartong

“Gerakan ritmis yang keluar dari sebagian tubuh atau seluruhnya yang dilakukan seseorang ataupun kelompok yang disertai dengan ekspresi tertentu”. – Yulianti Parani

“Gerakan ritmis yang menghadirkan suatu karakter manusia saat mereka bertindak”.- Aristoteles

“Suatu ungkapan jiwa manusia melalui suatu gerak berirama yang mempunyai nilai tertentu”.- Sachs

“Tari adalah gerakan yang dihadirkan oleh seluruh anggota tubuh seseorang yang dilakukan selaras dengan irama musik dengan maksud tertentu”.- Pangeran Suryadiningrat

“Tari adalah gerakan tubuh yang tersusun di dalam suatu ruang dan berlandaskan irama dan gerak”.- Enoch atmadibrata

“Seni tari adalah suatu seni berupa sebuah gerakan ritmis yang menjadi alat ekspresi manusia”.- Bagong Sudito

penjelasan seni tari jenis ponorogo
wikipedia.org

 

 

“Seni tari adalah suatu hal yang mampu untuk melaraskan gerak tubuhnya dengan irama tertentu”.- I Gede Ardika

“ Seni tari adalah suatu ungkapan jiwa yang dijadikan bentuk suatu gerakan oleh imajinasi penciptanya sendiri”.- Haukins

“Seni tari adalah suatu bentuk seni ekspresionostis yang menggambarkan sikap jiwa manusia terhadap sebuah konflik dan masalah di dunia modern”.- Irmgrad Bartenieff dan Forrestine Paulay

“Tari adalah suatu desakan dari diri seseorang yang mengharuskan untuk diluapkan dan berbentuk gerakan yang ritmis”.- Kamaladevi Chattopadhaya

“Seni tari adalah seni plastis dari gerak visual yang terlihat sepintas”. – Judith Lynne Hanna

“Seni tari adalah suatu karya seni gerak yang tak akan pernah bersifat kontemporer”. – M.A Theodora Retno Maruh

“Seni adalah suatu insting yang mendesak emosi dari dalam diri manusia yang mendorong”. – Kamala Devi Chattopadhyaya

Unsur-Unsur Seni Tari

tari-seni-budaya
i.ytimg.com

Suatu tari tidak bisa dikatakan seni bila tidak memenuhi unsur yang ada di dalamnya. Dengan adanya unsur-unsur tersebut maka akan tercipta gerakan ritmis yang indah. Unsur seni tari ada disetiap tarian apapun, karena unsur tari adalah bagian dari adanya pertunjukan tari itu sendiri.

Seni tari mempunyai dua unsur, yaitu unsur utama dan unsur pendukung. Apa saja penjelasan unsur unsur tersebut, berikut ulasannya.

Unsur Utama dalam Seni Tari

Suatu gerakan tidak bisa dikatakan sebagai tarian bila tidak memenuhi tiga unsur. Jika salah satu saja dari unsur tersebut tidak ada, maka gerakan tersebut tidak bisa dikatakan sebuah tarian yang memiliki seni.

1. Wiraga (Raga)

Sebuah tarian harus menampakkan gerakan badan, baik dengan posisi duduk ataupun berdiri. Kelokan tubuh yang tertata dari penari menghasilkan gerakan yang bermakna bagi penontonnya. Hal ini penting dalam seni tari, agar penonton puas saat pertunjukan.

2. Wirama (Irama)

Sebuah seni tari harus memiliki unsur irama yang menyatukan gerakan badan dengan musik pengiringnya, baik dari segi tempo maupun iramanya. Ketukan yang pas saat berpindah gerakan juga akan menambah keseruan dari penontonnya. Pemilihan lagu yang pas juga hal penting dari seni tari.

3. Wirasa (rasa)

Sebuah seni tari harus mampu untuk menyampaikan sebuah perasaan yang ada di dalam jiwa, melalui sebuah tarian dan gerakan juga ekspresi penarinya. Kalau di Tiktok salah satu ungkapan rasa bisa ditambah dengan kata kata penarinya. Namun di banggung pentas seni ini tidak bisa, penari harus benar-benar mampu mengekspresikan dirinya melalui gerakan tubuh yang bermakna.

Baca juga : Awal Mula Sejarah Batik Indonesia dan Perkembangannya

Unsur Pendukung Seni Tari

ini-gambar-seni-tari-bali
upload.wikimedia.org

Unsur pendukung hanyalah sebuah ajang untuk memikat orang yang melihat agar sebuah tarian lebih menarik. Sebetulnya jika unsur ini tidak dipenuhi maka suatuk gerakan yang ritmis sudah dikatakan gerakan seni tari. Tapi ada baiknya jika unsur pendukung seni tari juga dipenuhi, supaya lebih memiliki daya pesona jika digunakan pada sebuah pementasan atau pertunjukan.

Berikut unsur pendukung dalam seni tari :

1. Ragam gerak

Sebuah tari akan terlihat indah bila seluruh anggota badan berkaloborasi. Bukan hanya kaki dan tangan, kombinasi dari raut muka dan lirikan mata juga ekspresi wajah akan menambah daya tarik tersendiri. Sehingga tarian tersebut akan terlihat lebih estetis.

2. Ragam iringan

Suatu tari bisa dinikmati jika diiringi dengan musik yang ritmis dan cocok dengan gerak suatu tarian. Sehingga menampilkan paduan yang indah antar gerakan dan musik. Namun, tari akan jauh lebih indah dan dapat dinikmati jika diiringi dengan keluarnya suara dari tubuh penarinya. Baik berupa tepukan, hentakan, maupun terikan.

3. Rias dan kostum

Sebuah tarian tidak akan lengkap jika tidak memenuhi semua unsur. Begitu juga dengan unsur rias dan kostum. Tanpa rias wajah dan kostum, sebuah tarian akan terasa hambar. Tidak bermakna, juga tidak menarik ditonton.

Bisa dibayangkan jika penari bali pake daster dan tanpa make up lalu menari di atas panggung. Gunanya juga adalah agar nemambah pesona dan daya tarik lalu dapat lebih mendalami sebuah tarian itu sendiri.

4. Pola lantai/bloking

Tarian juga akan terlihat lebih berseni jika pola lantainya terlihat indah. Penari tidak hanya berdiri pada satu titik saja. Penari harus menyesuaikan dengan tempat dan penontonya.

Istilah lainya adalah penguasaan panggung.

Lalu, jika tariannya dilakukan dengan berkelompok, maka gerakannya juga harus tertata rapi antar sesama penari. Supaya terlihat bagus di mata para penonton.

Jenis-Jenis Seni Tari

seni-tari-saman
kebudayaan.kemdikbud.go.id

Pada dasarnya, seni tari dapat dikelompokkan menjadi dua jenis tari. Dari kedua itu maka kita bisa mengetahui perbedaan dari jenis tari itu sendiri. Dua macam berbedaan itu bisa dilihat dari jumlah penarinya dan macam genre/aliranya.

Tari Berdasarkan Jumlah Penarinya

Dalam sebuah tarian pasti ada sebuah subjek utama yang menjalankan tarian tersebut. Subjek tersebut adalah penari. Yang lain hanya pendukung agar lebih terlihat indah saja.

Seperti para pemain musik yang mengiringi tari tersebut, dan lain sebagainya. Maka dari itu, tidak akan dikatakan seni tari jika subjek utama ini tidak ada.

Dalam hal ini maka dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori. Berikut penjabarannya,

1. Tari tunggal (solo)

Sebuah tari seni yang dibawakan oleh satu orang penari. Baik itu penari laki-laki maupun perempuan.

Contoh Tari : Tari Gatotkaca asal Jawa Tengah.

2. Tari berpasangan (duet)

Sebuah tari seni yang dibawakan oleh dua orang penari. Baik itu penari laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, ataupun campur laki-laki perempuan.

Contoh : Tari Topeng asal Jawa Barat.

3. Tari berkelompok (group)

Sebuah tari seni yang dibawakan oleh banyak orang atau berkelompok. Penari biasanya lebih dari dua orang. Baik dilakukan dengan laki-laki semua, perempuan semua, ataupun campur laki-laki dan perempuan.

Contoh : Tari Saman asal Aceh.

Baca juga : Jenis Paragraf Lengkap dengan Pengertian dan Contohnya

Tari Berdasarkan Genre/Aliranya

ini-gambar-topeng-yang-digunakan-untuk-tari
muza-chan.net

Seni tari juga dibedakan berdasarkan genre atau alirannya. Dalam hal ini mencangkup aliran  gerakan tarian itu sendiri dan variasi musik yang dibawakan. Aliran seni tersebut dapat dikelompokan menjadi lima kategori.

Berikut lima jenis seni tari berdasarkan genre alirannya.

Tari tradisional

Seni tari tradisional yaitu jenis seni tari yang diwariskan dari masa ke masa sejak zaman dahulu, yang dilestarikan lalu menjadi budaya di sebuah daerah. Dalam tarian tersebut terdapat nilai, filosofi, simbol dan unsur religius.

Tari tradisional biasanya tidak berubah dari masa ke masa. Dari segi pakaian tari, rias, kostum, dan tarian itu sendiri. Karena tarian seperti ini biasanya salah satu tujuannya adalah agar tetap terjaga dan tidak hilang dimakan zaman.

a. Tari tradisional klasik

Tari ini merupakan jenis seni tari tradisional yang dikembangkan oleh kalangan bangsawan istana atau keraton saja. Dikatakan bahwa tarian ini tidak boleh diganti gerakannya, pun juga semua jenis tari tradisional memang tidak bisa diganti gerakannya.

Jika tarian tersebut diganti atau hanya sekedar ditambah, yang isi tarian tersebut adalah budaya kerajaan, maka hanya akan merusak nilai sebuah tarian itu sendiri. Walaupun zaman sudah berganti puluhan tahun, atau bahkan ratusan tahun. Tarian itu tidak boleh diotak-atik.

Ciri seni tarian tradisional klasik adalah tarian yang bernuansa anggun dan berwibawa, juga jubah dan aksesoris mewah yang dikenakan oleh para penari.

Biasanya tarian ini diadakan untuk menyambut sebuah tamu kehormatan dan berkebangsaan.

Contoh :
Kita bisa lihat contoh tarian ini adalah Tari Bedhaya Srimpi asal Jawa Tengah dan Tari Sang Hyang asal Bali.

b. Tari tradisional kerakyatan

ini-gambar-tari-tradisional
jogjatrip.com

Kebalikan dari tari tradisional klasik, jenis tari tradisional kerakyatan ini justru dikembangkan dari masyarakat kaum bawah atau rakyat biasa.

Berbeda dengan tradisional klasik, tarian yang satu ini gerakannya tidak terlalu baku. Bahkan bisa di satu padukan dengan gerakan baru yang lebih menarik. Karena tarian ini tidak harus memilki syarat yang berbelit untuk melakukannya. Dari segi gerakan maupun penampilan.

Tari tradisional kerakyatan biasanya di laksanakan atau di adakan dalam bentuk upacara perayaan dan sebagai tari pergaulan.

Contoh :
Contoh dari tarian ini adalah Tari Jaipong asal Jawa Barat dan Tari Lilin asal Sumatra Barat.

2. Tari kreasi baru

Tari kreasi baru adalah sebuah jenis tarian yang dikembangkan oleh seorang koreaografer atau juga disebut penata tari.

Seni gerakan yang ditampilkan juga sudah jauh dari kaku. Gerakan yang ditampilkan bersifat bebas, tapi masih tetap dalam kaidah gerakan tari yang estetis dan indah.

Riasan dan iringan musik dalam tari kreasi baru juga sangat beragam. Tergantung dengan tema dan tujuan yang ingin dibawakan oleh penari tersebut.

Jenis seni tari kreasi baru dibagi menjadi dua bagian. Yaitu tari kreasi baru pola tradisi dan tari kreasi baru pola non tradisi.

a. Tari kreasi baru pola tradisi

Tari seni ini menggunakan sentuhan unsur tradisional. Baik itu gerakannya, rias dan kostum, iramanya. Ada nilai-nilai tradisi yang dibawakan dalam tarian jenis ini.

b. Tari kreasi baru pola non tradisi

Sebaliknya, tarian ini adalah tarian yang tidak menggunakan sama sekali unsur tradisional dalam tariannya. Baik itu gerakannya, rias dan kostum, iramanya. Dari sini kita bisa mengartikan bahwa tarian ini adalah tarian modern.

c. Tari kontemporer

Tarian jenis ini memupakan sebuah tarian yang mengunakan gerakan-gerakan yang beresifat simbolik, unik dan mengandung pesan tertentu didalamnya.

Irama musik yang digunakan juga tidak biasa, cukup dibilang unik. Mulai dari musik sederhana, orkestra, sampai musik flutyloops yang diambil dari teknologi musik digital.

Riasan wajah dan kostum dari tarian ini juga terbilang aneh sesuai dengan tema yang dibawakan.

Terbilang aneh, mungkin karena jenis seni tarian ini yang biasanya membawakan sebuah gerakan berbentuk mengenang sebuah perjuangan seorang tokoh, atau kejadian, atau juga hari tertentu yang mana meninggalkan cerita khusus.

Baca juga : 18+ Kumpulan Origami Kertas Keren dan Cara Mudah Membuatnya – 2018

Fungsi Seni Tari

lukisan-tari-bali
terraceatkuta.com

Seni tari memiliki beberapa fungsi. Apa saja fungsi dari seni tersebut? Berikut ulasanya.

1. Tari pertunjukan

Yaitu tari yang disiapkan untuk suatu acara dan dipentaskan. Tarian ini menonjolkan dari sisi koreografi artistik, konsep yang bagus dan ide yang matang. Serta tema yang tertata sedemikian rupa sehingga tarian tersebut menjadi menarik dan indah.

2. Tari upacara

Yaitu tarian yang dilakukan hanya pada upacara adat maupun acara yang bernuansa keagamaan. Tarian ini mengutamakan adanya ke khidmatan dan komunikasi pada Sang Pemilik Alam.

3. Tari hiburan

Yaitu tarian yang diadakan hanya untuk menghibur penonton saja. Biasanya tarian ini dimainkan dengan alunan musik dan irama yang enak didengar. Gerakan tarinya juga bebas dari berbagai macam nilai, tradisi, atau adat. Yang terpenting dari tarian ini adalah mampu menghilangkan rasa jenuh para pendengar atau penonton.

4. Tari pergaulan

Yaitu tarian yang dimainkan untuk berinteraksi ke sesama saja. Tarian ini biasanya digunakan untuk saling adu unjuk rasa dalam kesenian. Dalam gerakanganya juga terlihat lincah dan memiliki sifat komunikatif. Sehingga mampu memberikan interaksi atau timbal balik ke sesama.

5. Tari kesenian

Yaitu tarian yang dilaksanakan untuk tujuan pelestarian budaya. Biasanya tarian ini bernuansa tradisional. Karena menghargai warisan budaya penggilan nenek moyang pada zaman dahulu. Tarian ini hanya dipentaskan pada saat hari atau momen kebudayaan saja.

Itu dia sobat, penjelasan seputar seni tari yang terpampang jelas di atas. Pada intinya sebetulnya seni tari diadakan dan ditunjukan pada masyarakat dan penonton bertujuan agar siapa saja yang melihat puas dengan aski dan keindahan gerak tarian penari itu sendiri.

Sehingga mampu melampiaskan rasa rindu, mungkin juga menambah semangat, atau bisa keluar dari kejenuhanya karena terhibur. Yah begitulah yang dinamakan sebuah tarian.

10 Seni Tari yang Berasal dari Indonesia

gambar-seni-tari dari berbagai daerah
inspiratorfreak.com

Indonesia dengan beragam budaya memiliki banyak jenis tarian yang berasal dari penjuru daerah di tanah suci. Dari daerah menapun memiliki ciri khas tariannya masing-masing. Nah berikut ini rangkuman 10 tarian yang berasal dari Indonesi.

1. Tari Legong

Yakni jenis tari yang berasal dari daerah Bali dengan berlatar kisah cinta seorang Raja Lasem kepada kekasihnya. Kerakan dari tari Legong ini sangat memikat hati dan dibawakan dengan dinamis.

2. Tari Kecak

Tari Kecak adalah tarian asal Bali yang mengkisahkan monyet Hanuman dan Sugriwa dari kisah cerita Ramayana.

3. Tari Seudati

Tari seudati adalah tarian yang berasal dari Daerah Istimewa Aceh dengan latar belakang Islami dan dipengaruhi budaya Arab. Gerakan tarian ini bernuansa keagamaan dan menjadi tari yang populer di masyarakat Aceh

4. Tari Andun

Tari Andun adalah jenis tarian yang berasal dari Bengkulu selatan yang berfungsi untuk menyambut tamu kehormatan yang pemiliki wilayah.

5. Tari Topeng

Siapa yang tak kenal dengan tarian ini. Adalah jenis tarian yang berasal dari Betawi asli dengan nuansa tradisional dan berfungsi untuk sambutan-sambutan tamu kehormatan.

6. Tari Selampir

Tari Selampir adalah jenis tarian yang berasal dari Daerah Jambi dan biasa di lakukan oleh anak-anak muda untuk mengenal dan bergaul di daerah Jambi.

7. Tari Merak

Tari Merak adalah jenis tarian yang berasal dari daerah Jawa Barat yang terinspirasi sekaligus mengkisahkan kehidupan burung merak yang indah serta menawan.

8. Tari Serimpi

Tari Serimpi adalah jenis tarian yang bersasal dari daerah Jawa Tengah dan biasa dilaksanakan bangsa keraton yang memiliki unsur keagungan, menawan serta kelembutan.

9. Tari Reog Ponorogo

Nama tarian ini sudah tak asing lagi bukan. Adalah tarian yang berasal dari Ponorogo yang dilakukan oleh banyak orang hingga 8 orang lebih yang mengkisahkan Prabu Kelana Sewandana melaksanakan perjalanan mencari kekasihnya.

10. Tari Perang

Tari Perang adalah sebutan nama tarian yang berasal dari daerah Papua. Tarian ini menggambarkan kepahlawanan dan jiwa yang berani masyarakat suku Papua.

Penutup

Mungkin cukup segitu saja, jangan lupa kunjungi terus web kami, karena adan ada selalu informasi yang sebisa mungkin akan update di setiap harinya, di ceritaihsan.com. Contohnnya misal yang terbaru kemaren adalah cara membuat origami. Jadi jangan lupa simpan ya linknya, jika perlu bagikan kepada yang membutuhkan.

Semoga kalian bisa ambil  semua manfaat dari membaca artikel ini.

Salam dan Terimakasih! 🙂

1 thought on “Pengertian Seni Tari, Jenis, Unsur, Fungsi, dan Contohnya”

Leave a Comment